Kamera Obscura
Sejarah kamera mencatat bahwa kamera pertama di dunia adalah kamera obscura. Dalam bahasa Latin, obscura berarti ruang gelap. Kamera ini berbentuk seperti sebuah kotak dengan ruang gelap atau kedap cahaya di dalamnya. Kamera obscura dapat memantulkan cahaya melalui dua buah lensa konveks, yang kemudian menempatkan gambar pada film/kertas di titik fokus pada lensa kamera.
Kamera obscura pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan muslim bernama Alhazen pada 965-1039 M. Sejarah tersebut dicatat pada buku berjudul Book of Optics (1015-1021). Meski begitu, disebutkan pula bahwa sistem kerja cahaya pada kamera ini telah ada sejak 40-390 SM, yang ditemukan oleh filsuf Tiongkok, Mozi.
Kamera Portable Obscura
Kamera obscura yang tidak praktis mengalami perkembangan. Pada tahun 1660-an, ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hook menemukan kamera portable obscura. Kamera ini merupakan bentuk modifikasi kamera obscura sehingga bentuknya lebih ringkas.
Namun, kamera pertama yang sangat praktis untuk digunakan dalam bidang fotografi ditemukan oleh Johann Zahn, pada tahun 1685. Prinsip kamera model Zahn ini menggunakan slide tambahan sebagai alat untuk memfokuskan objek. Sistem Zahn tersebut mampu memberikan tambahan plat sensitif di depan lensa kamera sebelum melakukan pengambilan gambar.
Kamera Daguerreotype
Sejarah kamera tetap berkembang. Hingga pada tahun 1829, seorang seniman bernama Jacques Daguerre bersama dengan rekannya Joseph Nicephore Niepce bekerja sama dalam mengembangkan kamera. Daguerre yang seniman, menyukai cahaya dan ingin melakukan pengembangan kamera.
Sedangkan Niepce sudah terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap kamera. Tahun 1827, Niepce telah berhasil membuat foto manusia. Namun, hal tersebut tidak praktis karena untuk menghasilkan sebuah foto, diperlukan waktu 8 jam. Hasilnya pun masih sangat buram.
Di Perancis, Daguerre dan Niepce bekerja sama dalam mengembangkan kamera. Pada tahun 1837, mereka berhasil membuat kamera daguerreotype. Foto pertama yang dihasilkan oleh kamera ini pada tahun 1838, tercatat sebagai hasil foto terbaik pertama. Foto bersejarah tersebut diberi nama Boulevard du Temple.
Kodak
Tidak asing dengan nama Kodak? Kamera ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang warga Amerika bernama George Eastman, pada tahun 1888. Kodak merupakan kamera yang paling populer pada zamannya. Selain karena bentuknya yang ringkas, kamera ini juga sudah menggunakan film negatif sehingga proses pengambilan gambar sangat cepat dan dapat diperbanyak.
Kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflect)
Perkembangan teknologi dan industri kamera seolah tidak dapat dibendung lagi. Banyak produsen kamera yang memutar otak dalam mengembangkan kamera. Kamera SLR yang menggunakan roll film pun dinilai sudah tidak praktis dan mulai kehilangan peminat. Maka, muncullah kamera SLR berbasis digital, atau lebih dikenal dengan sebutan DSLR.
Pada tahun 1951, kebanyakan orang lebih mengenal VTR sebagai alat perekam gambar berbasis digital yang paling canggih. Berangkat dari situ, para produsen kamera berusaha menciptakan kamera dengan basis digital seperti VTR. Pada tahu 1981, SONY membuat terobosan dengan mengeluarkan kamera berbasis elektronik, yang menjadi tonggak awal perkembangan kamera digital, termasuk DSLR.
Pada tahun 1970, Kodak sebagai salah satu produsen kamera terbesar berhasil membuat teknologi kamera digital dengan sensor gambar, yang membuat foto menjadi lebih jernih. Hal tersebut berkembang hingga pada tahun 1991 dengan ditemukannya teknologi sensor megapixel.
Hal tersebut mendasari sejarah kamera DSLR yang kini sangat diminati. DSLR masih menggunakan prinsip lama dari SLR, yaitu menggunakan kaca dan prisma sebagai alat merekam cahaya. Namun, teknologi ini dikombinasikan dengan berbagai perangkat digital sehingga DSLR jauh lebih mudah digunakan dibanding pendahulunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar